Dokter Muslim Tertua

dokter muslim

Dokter Muslim Tertua,- Ketika menerangkan keluarganya, beliau bercerita : Ayah saya adalah anak dari seorang penulis kota Merv yang memiliki semangat besar untuk pencarian kebaikan dan mencari manfaat dari buku-buku kedokteran dan filsafat, sehingga beliau lebih memilih kedokteran sebagai profesinya dari pada profesi ayahnya yaitu penulis. Diaseorang yang tidak terlalu mencari pujian, keuntungan, dan penghargaan manusia, tetapi selalau menyesuaikan diri dengan atribut Ilahiah. Itulah sebabnya dia digelar Rabban yang berarti Guru Kami. Sedangkan nama aslinya adalah Sahl.

Ali ibn Rabban sebelumnya adalah seorang sekretaris dari Mazyar yang terkenal seorang bangsawan Persia di Qaren. Tapi kemudian beliau masuk Islam dan bekerja untuk Khalifah Al-Mutawakkil dari Dinasti Abbasiyah sebagai ilmuwa dan ahli medis, yang menulis sebuah karya sangat berharga berjudul Firdaus al-Hikmah (Taman Kebijaksanaan) pada tahun 850 M.Buku tersebut sangat dikagumi dan terkenal bahkan, seperti dikatakan oleh Yaqut dalam Dictionary of Learned Men, bahwa sejarawan besar Islam Ath-Tabari juga membacanya ketika dia sedang terbaring sakit di tempat tidur.

Buku ini seperti halnya banyak karya klasik Arab yang berharga, menjadi hampir musnah, dan pada saat ini, sejauh yang bisa dipastikan, hanya ada dua manuskrip (tulisan tangan) buku itu, yaitu satu kopi tua yang bagus (Arundel, Or. 41) berada di British Museum, dan satu lagi lainnya (Landberg, 266) di Berlin. Tapi salinan kedua ini nampaknya hanya sekedar sebuah ringkasan, atau paling tidak mengandung sebuah naskah yang dipotong-potong atau disingkat.

Firdaus al-Hikmah berisi terutama tentang pengobatan, tapi juga sampai suatu titik tertentu berbicara filsafat, meteorologi, zoologi, embriologi, psikologi, dan astronomi. Ini adalah sebuah buku berukuransedang, terdiri dari hampir 550 halaman, dan dibagi menjadi tujuh bagian (Naw), 30 wacana (Maqala) dan 360 bab. Penulis menyebutkan sebagai sumber utamanya Hippocrates, Aristoteles, Galen, Yuhanna ibn Musawayh (Mesues) dan Hunayn Johannitius, Si Penterjemah. Wacana keempat dan terakhir dari bagian ketujuh berisi 36 bab ringkasan ilmu pengobatan India. Tentang karyanya ini dia berkata :

Orang yang memahami buku ini dengan pemahaman yang baik, sepetti seseorang yang berkelana di sebuah kebun yang berbuah dan menyenangkan, atau di sebuah pasar di kota besar, dimana terdapat kenikmatan dan kesenangan bagi setiap indra. Tapi orang yang membatasi pengetahuannya tentang taman dan pasar serta hanya termenung di gapuranya saja, adalah seseorang yang tidak melihat mereka.

Karena itu orang yang hanya menghitung jumlah bab dalam buku ini tanpat membaca dengan penuh perhatian apa yang dikandung dalam setiap babnya, maka tidak akan memahami apa yang saya katakan. Tapi siapa yang menguasai buku ini, dan sepenuhnya memahami dan menguasainya, akan menemukan sebagian besar dari ilmu pengobatan yang dibutuhkan oleh para lulusan muda dan kerja dari kekuatan alam di mikrokosmos dan makrokosmos ini.

Secara umum isi kerangka dari kitab Firdaus al-Hikmah adalah sebagai berikut :

Bag. I: Membicarakan tentang pemikiran filosofis umum tertentu, kategori, sifat, unsur-unsur, metamorfosis, genesis dan pembusukan.

Bag. II: Membicarakan embriologi, kehamilan, fungsi dan morfologi dari organ-organ yang berbeda, usia dan musim, psikologi, dan indra dalam dan indra luar, temperamen dan emosi, sifat-sifat kepribadian, nervous affections tertentu (tetanus, torpor, jantung berdebar, mimpi buruk dan sebagainya), mata setan hygiene dan dietetics (ilmu gizi).

Bag III: Membicarakan tentang nutrisi dan ilmu gizi.

Bag. IV: Membahas tentang patologi umum dan khusus, dari kepala sampai ke kaki, dan membahas jumlah otot, syaraf dan pembuluh darah, dan disertasi dalam phlebotomy, detak jantung dan urinoscopy.

Bag. V: Membahas tentang rasa, bau dan warna.

Bag. VI: Membahas tentang materia medika dan toxicologi.

Bag. VII: Membahas tentang iklim, air dan musim dalam hubungannya dengan kesehatan, ringkasan kosmografi dan astrinomi, dan penggunaan ilmu pengetahuan pengobatan: dan berkesimpulan, seperti telah disebutkan, dengan ringkasan ilmu pengobatan India dalam 36 bab.

Dari tujuh bagian di atas, bagian IV yang membahas patologi, adalah yang paling menarik dan paling besar porsinya secara keseluruhan yang berisi 12 wacanadan 152 bab, berikut ini :

Wacana 1 : Terdiri dari 9 bab mengenai patologi secara umum, tanda-tanda dan gejala gangguan internal, dan prinsip-prinsip terapetik.

Wacana 2 : Terdiri dari 14 bab mengenai penyakit dan luka kepala, dan penyakit otak termasuk epilepsy, berbagai jenis sakit kepala, tinnitus, vertigo (pusing), amnesia (lupa) dan mimpi buruk.

Wacana 3 : Terdiri dari 12 babmengenai penyakit mata dan kelopak mata, telinga dan hidung (termasuk epistaxis/hidung berdarah catarh/radang selaput lendir di hidung dan tenggorokan yang disertai keluarnya lendir), muka, mulut dan gigi.

Wacana 4 : Terdiri dari 7 babmembahas penyakit syaraf, termasuk kejang, tetanus, kelumpuhan, kelumpuhan muka, dan sebagainya.

Wacana 5 : Terdiri dari 7 bab mengenai penyakit tenggorokan, dada, dan organ vokal, termasuk asma.

Wacana 6 : Terdiri dari 6 babmengenai penyakit perut, termasuk tersedak.

Wacana 7 : Terdiri dari 5 bab menenai penyakit hati/liver, termasuk dropsy (penyakit dengan banyak cairan tubuh berkumpul di beberapa daerah tertentu, misalnya di kaki).

Wacana 8 : Terdiri dari 14 bab tentang penyakit jantung, paru-paru, kelenjar empedu dan limpa.

Wacana 9 : Terdiri dari 19 babmengenai penyakit usus (khususnya colic/sakit perut).

Wacana 10 : Terdiri dari 26 bab mengenai demam, yang berlangsung sebentar, yang ribut, yang terus menerus, yang terjadi secara mendadak setiap hari/tertian, quartan dan semi quartan, pleursy (radang selaput dada), erysipelas (infeksi yang menjadi demam dan menggigil), dan cacar, juga krisis, prognosis, gejala yang menyenangkan dan yang tidak menyenangkan, dan tanda-tanda kematian.

Wacana 11 : Terdiri dari 13 bab mengenai rematik, encok, sciatica (sakit nyeri pinggang), lepra, elephantiasis (sakit kulit yang menyebabkan pembengkakan anggota badan), scrofula (penyakit kelenjar), lupus, kanker, tumor, gangrene (pembusukan dan kematian jaringan karena pasokan darah terganggu akibat luka), luka dan memar, shock dan pes. Empat bab terakhir membahas hal-hal anatomis, termasuk jumlah otot, syaraf dan pembuluh darah.

Wacana 12 : Terdri dari 20 bab mengenai phlebotomy, cupping (Penerapan gelas di kulit untuk menciptakan ruang vakum dengan panas, agar darah mendekat ke permukaan kulit), mandi dekat dan indikasi yang didapatkan dari urin dan detak nadi.

Facebook Comments