Jangan Tunda Istirahat Saat Vertigo Menyerang

vertigoJangan Tunda Istirahat Saat Vertigo Menyerang anda, keluarga, teman atau siapa saja disarankan untuk segara beristirahat dan mengkonsumsi obat vertigo. Semua orang, pasti pernah mengeluh pusing atau sakit kepala. Jika yang dirasakan sakit kepala biasa, mungkin tidak terlalu berisiko. Dengan mengonsumsi obat pereda nyeri kepala, keluhan pasti beres.

Tapi, lain ceritanya bila mengalami pusing kepala sampai terasa berputar-putar. Jika terjadi keluhan puyeng seperti ini, sebaiknya jangan diremehkan. Bisa jadi, ini tanda – tanda Anda terkena vertigo.

Dijelaskan dr Aldo Aprizo, vertigo merupakan gangguan keseimbangan disertai gejala pusing yang khas, yakni berputar-putar. Gejala lain yang menyertai pusing ini, seperti pandangan kabur, mual dan muntah, berkeringat dingin, denyut nadi cepat, berdebar-debar, serta telinga terasa penuh dan berdenging.

Penderita vertigo, tambah alumnus FK Malahayati ini, umumnya tidak bisa berdiri tegak ketika terserang vertigo. Untuk meredakan pusing, penderita biasanya berbaring dan menutup mata. Terkadang, dengan aktivitas tutup mata pun penderita tetap akan merasa berputar – putar.

“Bisa dikatakan, vertigo sebagai kondisi halusinasi gerakan. Pusng yang dirasakan, berupa halusinasi gerakan lingkungan sekitar yang berputar mengelilingi penderitanya”

“Begitu sebaliknya, penderita seolah mengelilingi lingkungan yang ada disekitarnya. Untuk jenisnya secara umum dibagi tiga, di antaranya vertigo sentral, vertigo perifer, dan medica vertigo” ungkap Dokter Umum RSUD Batam ini.

Aldo menjelaskan, dimaksud dengan vertigo sentral adalah kondisi yang diakibatkan oleh kelainan batang otak, serebelum atau otak. Untuk vertigo perifer vestibular, disebabkan trauma kepala, infeksi otak, tumor, infeksi sekitar sinus atau lainnya (flu, pilek, diare), serta remote efek.

Sedangkan medica vertigo, lanjutnya, bisa disebabkan gangguan penurunan tekanan darah, gula darah yang rendah, gangguan metabolic karena pengobatan, atau adanya infeksi sistemik.

“Untuk frekuensi vertigo, setiap orang berbeda-beda. Ada yang mengalami vertigo beberapa saat saja, ada pula yang merasakan selama berjam-jam. Bahkan, ada pula vertigo yang berlangsung lebih dari seminggu,” katanya.

Menurut dr Aldo Aprizo, serangan vertigo ringan umumnya bisa dihilangkan dengan beristirahat sejenak. Vertigo menjadi berbahaya jika gejalanya parah. Karena menghilangkan keseimbangan, vertigo berat dapat melumpuhkan penderitanya sehingga terjatuh.

“Bagi penderita lanjut usia (lansia) vertigo bisa menyebabkan komplikasi serius pada tubuh. Selain itu, secara psikologis vertigo juga membuat penderitanya mengalami depresi. Untuk menghilangkan vertigo, penderita biasanya mengonsumsi obat anti vertigo yang dijual bebas di pasaran. Namun, para ahli medis sebenarnya tidak merekomendasikan cara ini. untuk tindak lanjutnya, sebaiknya serahkan pada ahlinya (dokter),” saran Aldo.

Facebook Comments