Masalah Vestibular dan Keseimbangan

Hampir 1,8% orang awal dewasa dan 30% orang tua di dalam populasi mengalami masalah kepeningan (Sloan et al. 2001). Vertigo, yaitu sensasi berputar, biasanya merupakan masalah yang terjadi pada organ vestibular dan keseimbangan tubuh.

Organ vestibular dan keseimbangan pada telinga dalam terdiri dari saluran setengah lingkaran dan organ otolith yang terdiri dari saccule dan utricle. Organ vestibular akan mengirim sinyal yang mendeteksi pergerakan tubuh ke otak melalui saraf-saraf. Kemudian, otak akan mengirimkan sinyal respon pergerakkan tersebut ke otot tubuh dan mata. Ketika sistem vestibular terganggu, nistagmus yang abnormal dan vertigo dapat terjadi. Nistagmus merupakan gerakan ayunan mata yang cepat di luar kendali.

masalah-vestibular-dan-keseimbangan

Tes vestibular dan keseimbangan dilakukan untuk menilai fungsi organ keseimbangan, lokasi masalah di dalam organ vestibular dan masalah pendengaran terkait, jika ada. Masalah di dalam organ vestibular dan keseimbangan bisa terjadi akibat masalah pada sistem vestibular perifer atau pusat. Masalah system vestibular perifer dapat disebabkan oleh Meniere’s Disease, Benign Positional Paroxysmal Vertigo (BPPV), vestibular neuritis dan sebagainya. Vertigo yang disebabkan oleh masalah sistem vestibular pusat dapat terdiri dari tumor pada saraf pendengaran, masalah cerebellar atau Multiple Sclerosis dan sebagainya. Masalah pada sistem vestibular dan keseimbangan pusat sering melibatkan saraf dan sistem saraf pusat namun jarang terjadi.

Pasien yang harus menjalani tes vestibular dan keseimbangan harus dirujuk oleh oleh ahli Telinga, Hidung dan Tenggorokan atau audiologis. Selain tes vestibular, pemeriksaan medis seperti tes darah, Magnetic Resonance Imaging (MRI) dapat dilakukan oleh dokter untuk menentukan penyebab masalah vertigo (Devesahayam & Narayanan, 2011). Tes vestibular dan keseimbangan juga bertujuan menentukan penyebab masalah vertigo sehingga manajemen medis dan rehabilitasi vestibular dapat diusulkan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.

Jenis-jenis Tes Vestibular Dan Keseimbangan

Jenis-jenis tes audiologi bagi pasien yang memiliki masalah vestibular dan keseimbangan adalah seperti berikut:

  • Tes pendengaran seperti otoskopi, timpanometri dan audiometri nada murni
  • Tes elektrofisiologi seperti tes Auditori Batang Otak (ABR) dan tes Pancaran Otoakustik (OAE).
  • Tes gerakan mata seperti gaze, spontaneous nystagmus, saccades, pursuits atau optokinetik
  • Tes Dix Hallpike
  • Tes Kalorik
  • Tes Rotational Chair
  • Tes Vestibular Evoked Myogenic Potentials (VEMPs)

Bagaiman Tes Dilakukan?

Pasien disarankan untuk tidak mengambil obat-obatan yang mengurangi pening 48 jam sebelum tes.

Sebelum tes dilakukan, status pendengaran akan diperiksa menggunakan tes timpanometri dan tes audiometri nada murni untuk menentukan tingkat dan jenis masalah pendengaran. Tes audiometri membutuhkan pasien untuk menekan tombol respon setiap kali bunyi nada murni didengar

Tes audiometri Batang Otak juga merupakan tes elektrofisologi yang digunakan untuk mendeteksi masalah retrokoklea. Masalah retrokoklea merupakan patologi yang dapat terjadi setelah organ koklea, yaitu organ pendengaran. Masalah tersebut dapat terjadi pada saraf pendengaran atau batang otak. Elektroda akan ditempelkan pada dahi dan belakang telinga menggunakan gel. Stimulus suara akan diberikan menggunakan font di dalam telinga atau kepala. Hasil tes merupakan gelombang-gelombang yang dianalisis untuk menentukan respon yang ada pada suara.

Tes gerakan mata seperti gaze, pursuits dan saccades lazimnya dilakukan menggunakan peralatan video-nistagmografi di mana pasien harus memakai kacamata khusus. Pasien diminta untuk melihat dan mengikuti titik fokus yang bergerak tanpa menggerakkan kepala atau badan. Tes diperlukan untuk menilai fungsi organ keseimbangan atau masalah pada sistem vestibular perifer atau pusat.

Untuk menguji saluran setengah lingkaran horizontal, tes Kalorik dilakukan dengan irigasi udara atau air hangat dan dingin ke dalam telinga pasien. Pasien akan memakai kacamata khusus ketika tes untuk menguji kekuatan nistagmus dengan kehadiran perubahan suhu. Pasien akan diminta untuk menghitung atau mengingat nama supaya berjaga ketika tes.

masalah-vestibular-dan-keseimbangan

Tes Dix Hallpike digunakan untuk memeriksa adanya masalah Benign Positionals Paroxysmal Vertigo (BPPV). Ujian ini dilaksanakan dengan memusingkan kepala pasien ke sebelah dan berbaring dengan kepala menghadap ke bawah. BPPV merupakan kondisi di mana otoconia, fragmen di dalam vestibule tertanggal dan bergerak ke dalam saluran setengah lingkaran. Kondisi ini dapat menyebabkan vertigo terjadi ketika adanya gerakan kepala.

Tes Rotational Chair bertujuan menguji masalah vestibular samada terjadi pada satu atau kedua sisi dan menguji jika masalah vestibular telah mengalami proses pemulihan. Tes ini menggunakan sistem kursi putaran yang berputar pada frekuensi tertentu menggunakan kacamata khusus yang mendeteksi gerakan nistagmus. Ini biasanya dilakukan di dalam ruangan yang gelap.

masalah-vestibular-dan-keseimbangan

Vestibular Evoked myogenic Potentials (VEMPs) adalah tes yang digunakan untuk menilai fungsi otolith dan saraf vestibular bawah. Seperti tes pendengaran batang otak, elektroda akan ditempelkan di bagian bawah dahi dan leher. Stimulus suara akan diberikan menggunakan earphone di sebelah telinga pada satu waktu dan pasien akan diminta untuk memutar kepala ke satu arah atau mengangkat kepala ketika berbaring untuk mendapatkan respon ketika otot berkontraksi.

vestibular-evoked-myogenicpotentials

Tes-tes lain seperti Dynamic Visual Acuity, Head Impulse Test, Head Shake Test dan sebagainya juga dilakukan apabila perlu.

Masalah vestibular dan keseimbangan yang tidak diobati dapat menyebabkan kecemasan, stres dan kesulitan menjalankan tugas di tempat kerja maupun di rumah. Ada pasien yang turut mengeluh tidak dapat menjalankan aktivitas yang biasanya mereka lakukan sebelum ini. Bila tes telah dilakukan, perawatan Epley atau Semont dapat dilakukan untuk mengobati masalah Benign Paroxysmal Positionals Vertigo (BPPV). Pelatihan menstabilkan gaze atau rehabilitasi vestibular yang lain dapat dibuat ketika diagnosis ditemukan. Referensi bagi perawatan medis dan fisioterapi turut dilakukan ketika tes telah dilaksanakan untuk membantu pasien mengelola vertigo mereka.

Facebook Comments