Bekam Sebagai Pengobatan Alternatif

Bekam mungkin dilihat sebagai metode pengobatan yang mengerikan bagi segelintir individu yang fobia terhadap darah. Tidak kurang juga ada yang ngeri ketika mengenangkan mereka harus menanggung rasa pedih pada kulit ketika jurubekam melakukan proses vakum untuk mengumpulkan darah dalam cangkir (cup) sebelum bekam dimulai.

Ketakutan bertambah ketika memikirkan jarum menusuk ke kulit dan efek luka pula divakum untuk mengeluarkan darah kotor yang berada di bawah permukaan kulit, mengalir masuk ke dalam cangkir sewaktu proses bekam dilakukan.

Barangkali karena ketakutan tersebut, metode pengobatan ini dalam masyarakat Malaysia seolah-olah terlihat ‘kurang populer’ meskipun telah dibuktikan melalui penelitian ilmiah.

Menurut Kepala Peneliti Bekam Klinis, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Sains Malaysia (USM) Kubang Kerian Kelantan, Prof. Dr. Ab. Aziz Al-Safi Ismail, satu penelitian tentang efek bekam pada pengurangan risiko penyakit jantung melibatkan kelompok individu yang sehat dan bagi kelompok yang mengalami masalah diabetes dan darah tinggi telah dilakukan.

Ulasan ini dilakukan pada Oktober 2011 sampai Februari 2014 di bawah Hibah Penelitian yang diberikan oleh Kementerian Sains Teknologi dan Lingkungan Hidup.

Tujuan penelitian menurut Dr. Ab. Aziz untuk mengidentifikasi efek terapi bekam basah dalam kalangan subjek, tekanan darah, parameter biokimia, fungsi ginjal dan fungsi endotelial (lapisan dalam pembuluh darah).

Sebanyak 93 responden berusia antara 30 dan 60 tahun telah bergabung penelitian, yaitu 62 responden tidak ada penyakit kronis yang telah dibagi secara acak dan seimbang kepada kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Sedangkan untuk kelompok diabetes melibatkan 31 peserta.

Bekam klinis dilakukan pada subjek dalam kelompok intervensi dan kelompok diabetes, sementara tidak ada intervensi dilakukan bagi individu dalam kelompok kontrol.

Katanya, semua peserta telah menjalani dua sesi berbekam klinis yaitu pada awal penelitian dan pada bulan ketiga. Berdasarkan kedua sesi tersebut evaluasi penelitian telah dilakukan mencakup awal penelitian, bulan pertama, bulan ketiga (sebelum sesi kedua bekam) dan bulan ke empat untuk semua peserta.

“Kelompok bekam difokuskan kepada kelompok tidak mengidap diabetes, menunjukkan ada penurunan signifikan tingkat gula darah selama berpuasa (FBS) dan semua parameter fungsi ginjal, yaitu serum urea, kreatinin dan asam urat dari awal penelitian sampai bulan pertama, ketiga dan keempat menunjukkan penurunan.

Serum trigliserida yaitu sejenis lemak dalam darah dan tekanan darah sistolik (SBP -bacaan tekanan ketika jantung memompa darah ke seluruh tubuh) juga menunjukkan penurunan yang signifikan di bulan pertama.

“Semua profil serum lipid mengandung berbagai jenis lemak dalam darah kecuali trigliserida menunjukkan perbaikan yang signifikan pada bulan ketiga dan keempat. Faktor Antigen Von Willebrand (VWF) yaitu sejenis bahan yang menentukan elastisitas pembuluh darah turut menunjukkan penurunan yang signifikan pada bulan keempat.

“Di akhir penelitian, semua profil serum lipid, FBS, serum urea yaitu kadar urea dalam darah dan bahan yang menentukan kesehatan ginjal. Jika bacaannya lebih dari 10, itu menandakan ginjal tidak sehat. Dan, kreatinin (satu lagi jenis bahan dalam darah yang menentukan kesehatan ginjal dan jika bacaannya lebih 600, perawatan dialisis harus dilakukan) meningkat secara signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol, “kata Dr. Ab. Aziz.

Penilaian terhadap kelompok penderita diabetes pula menemukan, FBS, tekanan darah dan semua parameter fungsi ginjal menunjukkan penurunan yang signifikan pada bulan pertama, ketiga dan keempat.

Tingkat kolesterol peserta bekam secara keseluruhan juga menunjukkan penurunan yang signifikan pada bulan ketiga dan ke empat. Bagi serum HDL-C dan LDL-C (keduanya sejenis lemak dalam darah) dan antigen VWF (sama seperti 5), perubahannya dapat dilihat pada bulan keempat.

“Penelitian ini menemukan, selain mengadopsi gaya hidup yang sehat seperti olahraga, mengambil makanan yang seimbang dan tidak merokok, pengobatan bekam klinis dapat dipraktekkan sebagai salah satu metode pengobatan alternatif untuk membantu mencegah terjadinya penyakit kardiovaskular,” ujar dia.

Pengobatan bekam di rumah sakit

Di Rumah Sakit Universitas Sains Malaysia (HUSM), pengobatan bekam klinis untuk orang awam ditawarkan melalui Klinik Eksekutif USAINS Tech Services Sdn. Bhd., Dengan biaya RM100 untuk 11 cangkir bekam, sesuai kebutuhan pasien.

Menurut Kepala Peneliti Bekam Klinis HUSM, Prof. Dr. Ab. Aziz Al-Safi Ismail, siapa yang ingin berbekam apakah bekam angin atau bekam darah di Klinik Eksekutif USAINS, perlu mendapatkan tanggal kencan dan hadir pada tanggal yang ditetapkan selain harus mengisi dan menandatangani formulir pendaftaran, formulir persetujuan perawatan, melakukan pembayaran sebelum menjalani sesi perawatan serta mengatur kencan untuk perawatan lanjutan.

Dia mengatakan, penelitian pihaknya menemukan bekam klinis membantu mengobati penyakit lain seperti migrain, sinusitis kronis (sinusitis), ginjal, stroke dan vertigo (penyakit ketidakseimbangan dalam telinga).

“Pengobatan bekam klinis dapat diambil bersama dengan perawatan medis biasa yang diambil oleh pasien yang dibuat secara terus menerus (setiap bulan atau empat bulan sekali) untuk mengurangi risiko penyakit-penyakit kronis.

“Pasien yang menjalani pengobatan bekam harus membuat penilaian penyakit mereka secara berkala (perlu modifikasi dosis obat atau perawatan yang diambil) sesuai dengan kondisi saat ini.

“Kebaikan yang sangat signifikan tentang pengobatan bekam klinis adalah tidak ada efek samping, tidak ada risiko infeksi penyakit atau terjadinya perdarahan yang tidak terkendali,” katanya.

Sebelum menjalani perawatan, katanya, pasien harus memastikan tingkat kesehatan yang optimal seperti kadar darah (Hb) yang memadai – tidak terlalu pucat, tidak mengalami kondisi hypoglisemia (kadar gula darah terlalu rendah) kurang dari 5 mmol / L dan tidak mengambil obat untuk mencairkan darah seperti cardiprin, atau walfarin.

Katanya, berbekam sebaiknya dilakukan sebelum makan atau setidaknya dua jam setelah makan.

Jurubekam juga perlu diberitahu kalau mengidap penyakit menular yang berbahaya seperti HIV, Hepatitis B dan Hepatitis C.

Ini penting supaya jurubekam dapat mengisolasi peralatan yang digunakan oleh pasien-pasien tersebut untuk mencegah infeksi penyakit berbahaya ini kepada orang lain.

Tangani pandangan negatif masyarakat

Mengomentari kendala dari aspek hukum ataupun aturan (SOP) yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan dalam metode pengobatan bekam klinis, Dr. Ab. Aziz menjelaskan, Departemen Pengembangan Keterampilan Kementerian Sumber Manusia belum memiliki Standar Keterampilan Kerja Nasional (NOSS) untuk bekam darah.

“Yang ada cuma bekam angin. Dengan itu, mereka yang mahir di dalam bekam darah tidak dapat dievaluasi tingkat keterampilan mereka.

“Saat ini, pengobatan bekam tidak terdaftar oleh kementerian sebagai salah satu pengobatan samping, dibandingkan dengan pengobatan akupuntur, urutan Melayu, ayurveda dan lain-lain pengobatan yang dapat dilakukan di rumah sakit atau tempat KKM.

“Saya berharap, Departemen Pengembangan Keterampilan Kementerian Sumber Manusia menyediakan NOSS untuk keterampilan pengobatan bekam darah kepada mereka yang ingin berkecimpung di dalam pengobatan tersebut yang diakui oleh kementerian,” tambahnya.

Penerimaan masyarakat terhadap pengobatan bekam klinis yang ditawarkan di HUSM menurut Dr. Ab. Aziz, sangat mendorong dan setiap kali sesi perawatan dibuka, pihaknya mendapat permintaan yang tinggi dari masyarakat dan juga staf rumah sakit.

Namun, untuk mengatasi stigma negatif segelintir masyarakat bahwa bekam hanya merupakan pengobatan alternatif semata-mata, penerangan dalam berbagai bentuk media perlu dilakukan untuk memberi informasi tentang kebaikan dan kelebihan pengobatan tersebut.

Jelasnya, media dapat menyalurkan informasi bahwa berbekam adalah sebanding bahkan lebih baik dari pengobatan konvensional, tidak ada efek samping dan cepat mempengaruhi. Ia juga tidak menyebabkan terjadinya infeksi penyakit dan tidak ada risiko yang berbahaya bagi pasien.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh pihaknya, Dr. Ab. Aziz mengatakan, tidak heran berbekam adalah satu cara pengobatan yang disukai dan dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Ini karena bekam merupakan metode nyah beracun untuk mengeluarkan darah yang mengandung racun yang berbahaya dari tubuh melalui permukaan kulit.

Rasulullah SAW dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, bersabda: Dari Ibnu ‘Abbas r.a: Dari Nabi Muhammad SAW: “Kesembuhan dari penyakit itu ada tiga hal: Berbekam, minum madu dan dibakar dengan besi panas. Tetapi aku melarang umatku membakar dengan besi panas itu.”

Facebook Comments

26 Dec 2016