Terapi Pengobatan Pusing Dengan Gerakan Sholat

Shalat adalah sumbu hidup setiap Muslim. Setiap orang Islam yang sudah baligh dan berakal wajib menunaikan shalat fardu lima waktu sehari tanpa pengecualian termasuk pasien terlantar yang hanya mampu menggerakkan mata.

Kelebihan shalat terhadap fisik dan kesehatan manusia telah terbukti melalui penelitian ilmiah termasuk penelitian terkenal dekade lalu oleh tiga dosen Departemen Biomedis Teknik, Fakultas Teknik Universitas Malaya, Prof. Madya Dr. Fatimah Ibrahim, Prof. Dr. Wan Abu Bakar Wan Abas dan Ng Siew Cheok dengan penghasilan buku berjudul shalat merinci dampak setiap gerakan shalat ke tubuh manusia.

Namun masih banyak yang lalai dalam mengerjakan shalat bahkan beberapa yang berkomitmen dengan kewajiban ini saat sehat akan mulai terasa terbebani ketika penyakit dan kesehatan yang buruk menjengah.

Dosen Senior, Unit Keseimbangan Tubuh, Program Audiologi, Fakultas Ilmu Kesehatan (PPSK) Universiti Sains Malaysia (USM), Dr. Zuraida Zainun mengatakan, gerakan shalat sebenarnya bagian terapi yang dapat menyembuhkan pusing, masalah keseimbangan badan dan kelainan organ vestibular (penyakit vestibular perifer).

Zuraida Zainun mengatakan, gerakan shalat sebenarnya bagian terapi yang dapat menyembuhkan pusing, masalah keseimbangan badan dan kelainan organ vestibular (penyakit vestibular perifer).

Zuraida mengatakan, organ vestibular yang terletak pada bagian telinga dalam, yaitu di bagian dalam tulang temporal otak, berperan sebagai sistem keseimbangan tubuh yang mengontrol program gerakan kepala dan gerakan bola mata selain berperan menjaga keseimbangan serta koordinasi tubuh.

“Kita harus menyadari, tidak semua pasien pusing karena masalah tekanan darah, lambung atau migrain yang sebagian besar harus bergantung pada obat.

“Rata-rata satu dari 10 orang dewasa mengalami gangguan keseimbangan tubuh akibat kelainan fungsi vestibular dan harus berurusan dengan gejala seperti perasaan seolah-olah kamar atau diri sendiri berputar, hilang keseimbangan, jatuh, mual, muntah dan sebagainya,” katanya.

Pengobatannya

Zuraida yang bertugas di Klinik Vertigo, HUSM Kubang Kerian, Kelantan mengatakan, kebiasaannya pasien akan menjalani dua metode perawatan yaitu konsumsi obat dan latihan fisik. Sementara segelintir terpaksa memilih metode operasi.

Katanya, latihan terapi yang ia kembangkan untuk pasien adalah kombinasi latihan Cawthorne-Cooksey Exercise (CCE) dari London, United Kingdom (UK) dan gerakan dasar shalat seperti rukuk serta sujud.

Dia mengatakan, modul pelatihan yang dinamakan Bal Ex dan diproduksi bersama timnya sejak 2009 dalam bentuk video compact disk (VCD) dan buku panduan itu berisi 20 gerakan yang dibagi menjadi tiga tingkat berbeda khusus untuk fungsi organ keseimbangan tubuh.

“Tempat gerakan dalam latihan keseimbangan ini adalah menggerakkan kepala ke belakang dan depan; kiri dan kanan; menundukkan kepala, menundukkan badan seperti posisi rukuk serta menyentuh lantai seperti posisi rukuk.

“Pasien bisa lakukan sendiri latihan ini di rumah beberapa kali setiap hari sesuai tingkat dan jadwal yang disediakan karena mudah, bahkan dapat mengurangi gejala masalah keseimbangan tubuh dalam waktu kurang tiga bulan.

“Seorang pasien saya yaitu guru keturunan Cina yang mengalami kepeningan lebih tiga tahun telah menjalani keseluruhan tingkat latihan terapi Bal Ex dan ia sembuh dalam waktu sebulan saja,” katanya.

Zuraida mengatakan, buku panduan ‘Bal Ex’ turut bertujuan membantu fisioterapis dan staf pemulihan telah dipindahkan ke dalam 14 bahasa termasuk Inggris, Mandarin, Tamil, Arab, Persia, Turki dan Jepang.

Dia mengatakan, sampai saat ini kirakira 3.000 set buku panduan dan VCD didistribusikan. Modul pelatihan keseimbangan badan tersebut terjangkau dan pasien dapat melakukan terapi sendiri di rumah sehingga mengurangi frekuensi kunjungan ke rumah sakit.

Facebook Comments